15 Formasi Sepak Bola yang Paling Sering Digunakan

Diposting pada

Ketika sepak bola masih dalam tahap berkembang, formasi permainan sepak bola di lapangan bukanlah hal yang penting dan sering di abaikan.

Klub sepak bola beranggapan bahwa hal terpenting adalah dengan mencetak gol sebanyak-banyaknya sehingga mereka menaruh pemain depan dalam jumlah yang banyak.

Seiring dengan berkembangnya waktu, sepak bola modern kini sudah berubah total dan mulai menerapkan berbagai formasi sepak bola untuk tim mereka agar bisa memenangkan pertandingan.

Formasi dalam sepak bola sendiri adalah hal penting karena memiliki susunan dari pemain dalam pertandingan itu sendiri.

Semakin bagus para pemain menerapkan taktik pelatih, maka tim akan berkesempatan besar memenangkan sebuah pertandingan.

Agar lebih jelas, pada kesempatan kali ini kami akan mencoba membahas mengenai Pengertian dan jenis-jenis formasi sepak bola yang ada hingga saat ini.

Pengertian Formasi Sepak Bola

Formasi dalam olahraga sepak bola merupakan cara penempatan ruang gerak dan pembagian tugas untuk masing-masing pemain dengan posisi yang mereka tempati.

Hal tersebut berlaku untuk semua pemain mulai dari penyerang, gelandang, hingga pemain bertahan.

Dengan sistem seperti ini, para pemain akan mengetahui posisi, tugas, dan ruang gerak masing-masing.

Agar bisa menjalin kerja sama yang baik dengan rekan setim memerlukan pengertian antara pemain yang satu dengan lainnya.

Selain skill para pemain, formasi inilah yang bisa mendapatkan hasil maksimal untuk menentukan sebuah pertandingan menang atau kalah.

Sehingga penerapan formasi ini akan berlaku pada setiap club maupun tim negara untuk bisa meraih gelar juara.

Jenis-Jenis Formasi Sepak Bola

Berikut ini adalah daftar formasi sepak bola yang sering digunakan beserta contoh dan penjelasannya.

1. Formasi 3-5-2

Formasi 3-5-2

Formasi 3-5-2 ini sebenarnya pola yang sangat populer pada era dekade 1980an hingga pertengahan 1990an.

Sayangnya, formasi ini mulai tenggelam ketika prancis berhasil menyabet gelar juara dunia pada tahun 1998 dengan menggunakan formasi 4-5-1.

Formasi dengan 3 bek mulai muncul kembali ketika Antonio Conte melatih Juventus dan menunjukan kembali dominasinya pada liga Italia.

Ini merupakan formasi dengan 3 bek tengah (satu menjadi sebagai Libero), 5 gelandang dengan 2 gelandang sayap maju mundur, 2 gelandang tengah, serta 1 gelandang serang.

Untuk penyerang, akan menggunakan 2 striker murni atau penyerang tengah.

Dalam fase menyerang, formasi ini bisa berubah menjadi 3-2-5 karena 2 bek sayap dan gelandang serang akan membantu sektor penyerangan.

Dan ketika bertahan, pola sewaktu-waktu berubah menjadi 5-3-2 yang membuat lawan frustasi karena bertemu dengan tembok beton berlapis.

Formasi bertahan seperti ini juga terkenal dengan nama parkir bus, karena banyaknya pemain yang bertahan.

Ketika ingin menerapkan formasi ini, para pemain harus memiliki komunikasi yang sangat bagus.

Karena bila terjadi miss komunikasi antara gelandang bisa saja berisiko serangan balik yang cepat, dan membuat gawang kebobolan.

2. Formasi 3-4-3

Formasi 3-4-3

Formasi 3-4-3 merupakan Formasi 3 Bek Terbaik yang paling sering digunakan oleh para pelatih dunia.

Umumnya club yang berasal dari Itali sering menggunakan salah satunya adalah Juventus ketika dilatih oleh Antonio Conte.

Formasi ini menggunakan 3 orang bek murni, dengan 4 pemain gelandang serta 3 pemain penyerang.

Untuk pemain yang berposisi sebagai gelandang sayap memiliki 2 peranan yaitu menjadi bek sayap.

Formasi seperti ini terkenal akan gaya pressing ketat dengan attacking yang sangat tinggi.

Maka jangan heran jika tim yang sukses menerapkan formasi ini bisa menyarangkan banyak goal ke gawang lawannya.

Ketika ingin menerapkan formasi ini, tim membutuhkan sosok playmaker yang benar-benar mumpuni dalam menyusun serangan.

Yah walaupun sangat efektif untuk menyerang dan menguasai lapangan tengah, formasi ini memiliki beberapa kelemahan antara lain:

  • Pertahanan lebih rapuh ketika dapat serang dari sisi sayap kanan dan kiri.
  • Pemain yang berposisi gelandang sayap kanan dan kiri lebih banyak menguras tenaga.

3. Formasi 3-6-1

Formasi 3-6-1

Bisa kami katakan bahwa formasi 3-6-1 adalah yang paling jarang digunakan oleh para pelatih sepak bola dunia.

Padahal, ini menjadi salah satu pola terbaik ketika tim ingin bermain bertahan total tapi tidak melupakan kreativitas para gelandang tim.

Formasi ini menggunakan 3 bek belakang yang berdiri secara sejajar. Untuk di lapangan tengah akan menggunakan 3 gelandang bertahan dan 3 gelandang tengah.

Gelandang tengah ini akan ada 1 pemain yang betugas sebagai gelandang serang yang akan membantu sektor penyerangan.

Untuk pemain depatn akan menggunakan 1 penyerang yang fokusnya sebagai target man.

Walaupun pertahanan sangat bagus, tapi formasi ini akan kesulitan ketika menyerang karena hanya menggunakan 1 penyerang saja.

4. Formasi 4-2-4

Formasi 4-2-4

Formasi seperti ini populer pada dekade 50-an hingga 70-an dan mengenalkan penggunaan backfour.

Pola 4-2-4 ini juga menjadi dasar terbentuknya formasi-formasi modern seperti 4-3-3, 4-4-2, dan macam-macam pola lainnya.

Jika kita melihat formasi ini jauh kebelakang, pastinya kita akan ingat dengan Timnas Brasil.

Taktik seperti ini lazim digunakan pada empat gelaran Piala Dunia, terutama ada tahun 1958, 1962, dan 1970 yang mana Brazil berhasil mengangkat gelar juaranya.

Sebenarnya, brazil wajib berterimakasih kepada Hungaria, karena merekalah yang membawa atau menciptakan formasi ini.

Ini adalah pola yang terdiri dari 4 orang bek, 2 orang gelandang, dan 4 orang penyerang.

Dengan melihatnya saja kita sudah tahu apa tujuan dari pola permainan dengan menggunakan 4 penyerang.

Yah, betul sekali meletakan banyak penyerang akan membuka peluang besar mencetak gol lebih besar.

Walaupun begitu, pastinya ada kekurangan dari formasi seperti ini yaitu Tim akan kesulitan menguasai lapangan tengah.

Tidak hanya itu, jika komunikasi buruk antar pemain, tim akan sering kehilangan bola dan pastinya akan terkena serangan balik.

5. Formasi 4-4-2

Formasi Permainan Sepak Bola

Pastinya semua penggemar sepak bola hampir tahu bahwa formasi 4 4 2 merupakan yang paling populer digunakan untuk tim-tim Dunia.

Yah, pola permainan ini tercipta dari kepala pelatih asal Ukraina Viktor Maslov. Yah, walau begitu terdapat peran penting dari Veleyriy Lobanovskyi dalam perkembangan ini.

Tapi, taktik 4-4-2 populer ketika Arrigo Sacchi dan Fabio Capello melatih milan, karena mereka berhasil meraih banyak gelar.

Formasi seperti terkenal akan keseimbangan antar lini. Para pemain akan lebih fokus dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik.

4-4-2 menggunakan 4 pemain belakang, 4 pemain tengah, dan 2 striker. Tentunya 2 striker ini bisa bahu membahu untuk menjebol gawang lawan.

Para pemain tengah juga tidak akan kesulitan dalam hal penyerangan. Bahkan, mereka bisa menciptakan variasi serangan yang akan merepotkan lawan.

Walaupun terkenal akan keseimbangan antar lini, formasi 4-4-2 memiliki kelemahan seperti, formasi terlalu gampang dipecahkan karena banyak yang menggunakannya.

Tidak hanya itu, kedisiplinan juga menjadi salah satu masalah ketika menggunakan pola permainan ini.

Oleh karena itu, para pelatih biasanya akan menerapkan permainan yang lebih defensif.

6. Formasi 4-5-1

Salah satu strategi bertahan selain menggunakan 5 bek, sebuah tim juga bisa menumpuk para pemain tengah.

Formasi 4-5-1 merupakan strategi yang sering di gunakan oleh para pelatih jika ingin bertahan dan melakukan serangan balik dengan cepat.

Susunan posisi pemain sepak bola dari penggunaan formasi ini adalah dengan menempatkan 4 pemain bertahan, 2 sebagai center bek, dan 2 sebagai wing bek.

Untuk menguasai lapangan tengah terdapat 5 pemain yang mana, 1 pemain akan sejajar sebagai gelandang bertahan, dan 3 pemain lainnya akan membantu striker.

Pada posisi penyerang terdapat seorang target man.

Tentunya penggunaan strategi ini memiliki keunggulan dan kekurangan. Keunggulannya pasti akan menguasai lapangan tengah dengan mudah.

Selain itu, lawan akan sangat kesulitan ketika ingin melakukan penetrasi ke pertahanan tim kita.

Walaupun pertahana akan sangat kuat, masih terdapat kekurangan ketika menerapkan strategi seperti ini.

Beberapa diantaranya seperti striker harus bekerja keras sendirian, dan pemain depan pastinya akan terisolasi.

7. Formasi 4-3-3

Setelah ada Hungaria, Brazil, dan Ukraina, kini Belanda berkontribusi besar karena telah mempopulerkan salah satu formasi yang banyak digunakan hingga saat ini yaitu 4-3-3.

Formasi sepak bola 4-3-3 sangat populer di dunia sepak bola modern saat ini.

Walaupun bisa kami katakan sebagai strategi terbaik, formasi seperti ini terdapat kelebihan serta kekurangannya.

Formasi 4-3-3 menggunakan 2 pemain sayap yang mampu membuat pemain bertahan lawan mengalami kelelahan.

Tentunya ini sangat cocok dengan ciri khas sepak bola Indonesia yang mengandalkan kecepatan pemain sayap.

Selain mengandalkan pemain sayap, umpan pendek juga merupakan ciri khas dari serangan ini. Cepat, aktraktif, dan effisien membuat sayap menjadi lebih berbahaya.

Terdapat banyak sekali keuntungan ketika menggunakan strategi seperti ini. Tetapi menurut kami dengan penggunaan strategi ini para pemain akan mengalami beberapa hal.

Beberapa hal tersebut seperti para pemain sayap akan kelelahan karena sering melakukan overlaping ke jantung pertahanan lawan.

Untuk tim yang menerapkan formasi ini, perlu untuk memiliki gelandang tengah yang kuat.

8. Formasi 4-4-1-1

formasi sepak bola menyerang

Salah satu formasi pertahanan dalam sepak bola yang cukup banyak digunakan adalah 4-4-1-1, di mana ini adalah variasi dari formasi 4-4-2.

Masih sama seperti strategi lainnya, formasi ini menggunakan 4 bek, dengan 2 sebagai center bek dan 2 lainnya menjadi wing bek.

Untuk daerah tengah menggunakan 4 gelandang, 2 sebagai pengatur permainan dan 2 lainnya akan menyisir pada sayap kanan dan kiri.

Untuk sektor penyerangan terdapat 1 second striker dan 1 pemain sebagai target man.

Formasi 4-4-1-1 ini yang mampu mengantarkan Arema FC menjadi Juara Piala Presiden pada tahun 2019.

Pastinya kita semua akan tahu kelebihan ketika menggunakan strategi seperti ini, beberapa contohnya adalah pertahanan tim akan sulit tertembus oleh lawan.

Tidak hanya itu, permainan juga akan menjadi lebih solid, ketika bertahan maupun menyerang menjadi lebih seimbang.

9. Formasi 4-3-2-1

Formasi 4-2-3-1 bisa kita sebut sebagai evolusi formasi sepak bola yang paling mutakhir untuk masa sekarang.

Ini merupakan formasi yang sering dipakai oleh Manchester City pada tahun 2015-2016 pada era pelatih Manuel Pellegrini.

Ini adalah salah satu Formasi Sepak Bola Terbaik yang mana menggunakan 4 pemaian bertahan, 2 gelandang bertahan, 3 gelandang tengah, dan menggunakan 1 pemain sebagai penyerang.

Penggunaan strategi ini bukan tanpa alasan, Manuel Pellegrini menerapkan formasi ini karena adanya keseimbangan antara lini belakang, tengah, dan depan.

Pertahanannya sendiri pastinya akan sulit tertembus karena ada 4 pemain belakang plus 2 pemain tengah yang akan bertahan dengan baik.

Adanya 3 pemain tengah yang menyerang akan membuat lini serang semakin kuat dan kemungkinan membuat tim lawan bakal kewalahan.

10. Formasi 4-1-4-1

formasi sepak bola dan penjelasannya

Pada formasi 4-1-4-1, pelatih akan menggunakan 4 pemain bertahan, 1 gelandang bertahan, 4 pemain sebagai gelandang penyerang, dan 1 sebagai penyerang atau target man.

Bisa kami katakan, bahwa ini adalah varian dari formasi 4-5-1. Perbedaannya, pada pola permainan 4-5-1 akan menggunakan 5 pemain gelandang bertahan.

Sementara fokus pada taktik ini adalah sepak bola menyerang. Tentunya ketika menerapkannya dengan baik, sektor penyerangan akan jauh lebih maksimal dan menjadikan formasi menakutkan.

Agar bisa berjalan dengan baik, para pemain tengah harus memiliki chemistry yang kuat antara 1 dengan lainnya.

Karena ketika kecolongan, akan kesulitan untuk bertahan karena hanya ada 1 gelandang bertahan.

11. Formasi 4-3-1-2

Ini merupakan strategi yang digunakan Sarri ketika melatih Juventus setelah gagal ketika menerapkan formasi 4-3-3.

Fokus susunan pemain pada strategi ini adalah dengan menempatkan 4 pemain bek, 3 sebagai gelandang (1 menjadi gelandang bertahan), 1 pemain sebagai playmaker, dan 2 pemain depan.

Kedua pemain depan ini bisa berganti-ganti apakah ingin menjadi second striker atau ingin menjadi seorang striker murni.

Jika pada tim terdapat gelandang yang bagus dalam menyuplai bola, menggunakan formasi ini akan sangat cocok.

Terdapat peran penting seorang playmaker ketika menggunakan formasi 4-3-1-2 ini yaitu sebagai penyuplai bola kepada para penyerang.

Hanya saja, ketika terjadi serangan balik yang cepat tim akan kewalahan karena hanya mengandalkan 1 gelandang bertahan saja.

12. Formasi 4-2-3-1

Formasi Sepak Bola

Formasi ini cukup populer pada kalangan tim-tim besar di Eropa. Ini terjadi ketika Timnas Belanda, Jerman, dan Spanyol mampu menembus 4 besar pada gelaran Piala Dunia 2010.

Penerapan pada formasi ini adalah dengan menempatkan 4 pemain bertahan, 2 sebagai center bek, dan 2 lainnya sebagai wing bek atau full bek.

Pemain tengahnya terdiri dari 2 gelandang bertahan, dan 3 sebagai gelandang serang. Ketiga pemain ini masing-masing akan mengisi sayap kanan, sayap kiri, dan playmaker.

13. Formasi 4-2-2-2

Formasi yang satu ini memiliki julukan segiempat sihir atau kotak magis. Hal ini karena taktiknya sangat teroganisir ketika menyerang lawan.

Formasi 4-2-2-2 pernah digunakan oleh Timnas Brazil pada tahun 80-an dan 90-an. Pada posisi belakang terdapat dua bek sayap yang akan membantu tugas gelandang bertahan.

Dua lainnya akan menjadi bek tengah yang akan bertugas menghalau serangan lawan. Bayangkan saja, dua gelandang ini bisa menjadi winger maupun gelandang serang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Hasilnya, susunan pemain akan membuat dua penyerang depan atau sosok striker yang akan leluasa menguasai kotak terlarang lawan.

Pelatih Manuel Pellegrini pernah menggunakan strategi yang satu ini ketika melatih Villareal dan Manchester City.

14. Formasi 5-4-1

Bisa kami katakan bahwa formasi 5-4-1 adalah taktik yang sering digunakan untuk bertahan dan akan selalu mengandalkan serangan balik.

Pada posisi belakang terdapat 2 pemain yang berposisi sebagai fullback dan 3 pemain lainnya akan menjadi center bek.

Tapi bisa juga 2 pemain sebagai center bek dan 1 pemain lainnya menjadi libero. Pada bagian tengah terdapat 4 pemain.

2 pemain akan menjadi gelandang bertahan dan 2 pemainnya akan menjadi gelandang serang. 1 pemain terakhir akan menjadi striker murni.

Tentunya ketika menggunakan formasi seperti ini koordinasi pada pemain tengah harus kuat. Tidak hanya itu kelebihan lainnya adalah penjagaan pemain depan lawan dilakukan dengan man to man.

Taktik ini bisa digunakan sebagai formasi serangan balik terbaik yang bisa diterapkan ketika tim dalam keadaan unggul.

15. Formasi 5-3-2

formasi sepak bola yang sering digunakan

Formasi 5-3-2 umumnya di pakai para pelatih untuk memperkuat lini belakang. Artinya, tak tik ini akan lebih kuat untuk bertahan daripada menyerang.

Hal ini karena adanya 5 pemain belakang yang akan membuat tim lawan kesulitan membobol gawang tim akibat rapatnya pertahanan yang dibangun.

Untuk mencetak gol, tim bisa melakukan serangan balik cepat tapi tentunya kordinasi antar pemain harus bagus.

Formasi ini menggunakan 5 pemain bertahan, 3 pemain tengah, dan 2 orang penyerang yang akan saling bahu membahu untuk mencetak gol.

3 gelandang ini bertugas untuk memutus serangan lawan dan memulai serangan balik ke gawang lawan.

Itulah informasi yang bisa kami sampaikan mengenai beberapa formasi dan taktik sepak bola secara lengkap dan sering digunakan oleh para pelatih sepak bola dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *