Dalam sebuah permainan sepak bola terdapat teknik dasar yang wajib dikuasai oleh para pemain seperti pola penyerangan dan pola pertahanan sepak bola.

Pola penyerangan ini berguna untuk menciptakan peluang dan mencetak banyak gol, sedangkan pola pertahanan dalam permainan sepak bola berguna sebagai menjaga gawang agar tidak kebobolan.

Yang akan kita bahas pada artikel kali ini adalah pola pertahanan.

Pengertian Pola Pertahanan

Pola pertahanan adalah strategi sebuah tim untuk mengatur zona pertahanan atau cara bertahan ketika menghadapi serangan dari tim lawan di lapangan.

Strategi bertahan harus disusun secara matang agar daerah sendiri bisa terjaga dengan baik dan tidak kebobolan. Pola ini sangat bervariasi tergantung dari kebutuhan, dan kapasitas tim.

Tujuan dari pola pertahanan adalah untuk mempertahankan daerah agar tidak mudah ditembus lawan, mengambil bola dari lawan, dan untuk menjaga agar gawang tidak kemasukan bola.

Jenis Pola Pertahanan Sepak Bola

Pertahanan bisa dikatanan dengan baik apabila tekanan lawan bisa diminimalisisr. Setidaknya pertahanan dibagi menjadi 3 jenis.

  • Man to Man Marking
  • Zone Marking
  • Kombinasi ( man to man + zone marking)

Berikut ini penjelasan lengkap 3 jenis pola pertahanan dalam sepak bola.

1. Pola Pertahanan Man to Man Marking (Satu Lawan Satu)

Pola Pertahanan Sepakbola

Man to Man defense adalah salah satu jenis taktik pertahanan yang digunakan dalam olahraga sepak bola.

Pola ini sering disebut juga sebagai man marking yang merupakan strategi defensif yang mana setiap pemain bertahan bertugas untuk menjaga satu pemain lawan tertentu.

Penjagaan dilakukan dalam keadaan lawan membawa bola ataupun tidak membawa bola. Pemain yang yang telah mendapat tugas, harus mengawal pemain lawan tersebut sepanjang pertandingan.

Ini hanya berlaku ketika mereka memasuki daerah pertahanan tim kita. Jika pemain masih berada pada luar daerah pertahanan maka pemain penjaga tidak wajib mengawal lawan tersebut.

Untuk menerapkan teknik seperti ini, para pemain diwajibkan memiliki stamina lebih dan tanggung jawab yang tinggi.

Kelebihan Man to Man Marking

a. Pembagian tugas sangat jelas
b. Pemain dapat berkonsentrasi pada satu pemain saja
c. Pemain lawan yang lemah bisa dilewati dengan relatif mudah

Kelemahan Man to Man

a. Tempo permainan akan dikendalikan lawan.

Ketika bola dikuasai lawan, maka secara otomatis tim yang bertahan harus mengikuti tempo yang dilakukan oleh lawan.

b. Jika lawan lebih tangguh atau bagus, ketika satu lawan satu, akan sangat beresiko pemain penjaga bisa dilewati lawan.

2. Pola Zone Marking (Pertahanan Area)

Pola Zone Marking

Pola pertahanan yang juga populer adalah zone marking atau zonal defending. Zone marking sendiri adalah salah satu strategi yang mengedepankan penjagaan wilayah (Covering Area).

Pola ini tidak melakukan penjagaan langsung terhadap pemain-pemain tertentu atau penjagaan satu lawan satu. Tapi lebih ke menjaga wilayah atau area tertentu sesuai posisi pemain.

Terdapat kelebihan ketika menerapkan strategi zona marking ini, salah satunya adalah para pemain bertahan tak langsung berhadapan dengan pemain lawan baik ketika membawa bola ataupun tidak.

Hal ini bisa dijadikan sebagai strategi alternatif untuk menghindari duel langsung dengan pemain lawan yang memiliki kualitas individu di atas rata-rata.

Kelebihan Zona Marking

  • Zona marking menawarkan efektivitas dalam pergerakan ketika menjaga lawan
  • Stamina tidak terkuras
  • Pertahanan lebih seimbang
  • Ketika berhasil menguasai bola, posisi setiap pemain masih seimbang dan teratur

Kekurangan Zona Marking

  • Ketika serangan tiba-tiba berubah dari sayap kanan ke sayap kiri akan menyebabkan pertahanan kewalahan
  • Lawan yang sering berubah formasi akan membuat pemain bertahan kesulitan untuk mempelajari cara bermain lawan
  • Tidak langsung menghalangi lawan ketika kehilangan bola karena harus kembali ke daerah yang ditinggalkan

3. Pola Pertahanan Kombinasi ( man to man + zona marking)

Sistem pertahanan sepak bola yang ketiga yaitu memadukan dua strategi, pola man to man dengan zona marking.

Strategi yang satu ini tergolong cukup kompleks dan rumit. .

Untuk bisa menerapkan strategi ini mewajibkan memerlukan koordinasi yang baik antar pemain satu dengan pemain lainnya. Terutama antara pemain belakang dan pemain tengah.

Terdapat kelemahan dari pola pertahanan ini yaitu ketika lawan memiliki striker gesit yang bisa menyongsong bola lambung dari belakang.

Hal ini karena bek cenderung berada jauh dari kotak pinalti dan lawan yang gesit akan berhadapan dengan pertahanan terbuka dan kiper sehingga akan mudah mencetak gol.

Nah itulah 3 pola pertahanan sepak bola yang umum digunakan. Meskipun saat ini sudah ada variasi-variasi sistem bertahan lain, tapi secara keseluruhan 3 pola di atas merupakan induknya.